Sosialisasi Penatausahaan, Rekonsiliasi dan Aplikasi SIMAK BMN di langsa

Selasa, November 23, 2010


Untuk ketiga kalinya, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Lhokseumawe melaksanakan sosialisasi di wilayah kerja Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Langsa. Dibanding dengan dua kegiatan sosialisasi sebelumnya, sosialisasi kali ini yang bertajuk Sosialisasi Penatausahaan, Rekonsiliasi dan Aplikasi SIMAK Barang Milik Negara lebih terfokus kepada kebijakan teknis yang berkaitan dengan pengelolaan dan penatausahaan barang milik negara disamping penggunaan Aplikasi SIMAK dalam pencatatannya. Acara yang berlangsung selama 2 hari dari tanggal 10 s/d 11 November 2010 bertempat di Aula BAPPEDA Kabupaten Aceh Timur ini diikuti oleh 119 Satuan Kerja Pemerintah Pusat dan Satuan Kerja Perangkat Daerah yang menerima dana Tugas Pembantuan di wilayah Kabupaten Aceh Timur, Kota Langsa dan kabupaten Aceh Tamiang.

Dalam sambutannya, Ahsein Lubis, SH., MH selaku Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Lhokseumawe menekankan pentingnya penatausahaan sebagai bagian dari suatu siklus pengelolaan barang milik Negara yang dimulai dari perencanaan, pengadaan, penggunaan, pengelolaan dan penatausahaan serta berakhir setelah penghapusan. Kemudian sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milk Negara/ Daerah peran Menteri Keuangan selaku Pengelola Barang harus didukung oleh peran aktif Kementerian Teknis lainnya selaku Pengguna Barang dalam hal ini dilaksanakan oleh seluruh Satuan Kerja Pemerintah Pusat yang bertugas di daerah. Perlu diketahui bahwa sejak Peraturan Pemerintah tersebut diterbitkan, seluruh aset pemerintah dikelola oleh Menteri Keuangan cq. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara dan Kementerian teknis adalah pengguna dari aset tersebut. Terkait dengan itu Kepala KPKNL Lhokseumawe menghimbau kepada seluruh Satuan Kerja pengguna barang milik negara untuk dapat melakukan tertib penatausahaan, mendata kembali aset-aset yang idle untuk kemudian dilaporkan kepada KPKNL setempat dan mengoptimalkan aset yang telah ada. Adapun target ke depan dengan terciptanya penatausahaan yang baik maka dapat meningkatkan penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari pengelolaan barang milik negara disamping untuk meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) dari Badan Pemeriksa Keuangan.

Acara yang dimoderatori oleh Fahdrian Kemala ini juga diisi oleh pemaparan Bapak Suharna, S.Sos selaku Pejabat Sementara Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Langsa mengenai pentingnya laporan barang milik negara sebagai suatu kesatuan utuh dari Laporan Keuangan Pemerintah Pusat, pemaparan petunjuk teknis penatausahaan, pengelolaan dan rekonsiliasi barang milik negara oleh Sulistiyono Fajar Nugroho, SE selaku Kepala Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara I-A Kanwil I DJKN Banda Aceh serta pelatihan aplikasi SIMAK BMN oleh Hasto Satrio Prafitriaji, M. Guta Tansa Alam, Okka Willyanto dan Syamsuddin.

Pada penutupan acara, Haryadi selaku Kepala Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara KPKNL Lhokseumawe dan Adlin selaku Panitia Penyelenggara mengajak seluruh Satuan Kerja yang telah mengikuti sosialisasi tersebut untuk ikut berperan aktif dalam membenahi aset negara.

 
 
 

Sekilas Info Piutang Negara

.